8 Kasus Belanja Online

Belanja Online adalah belanja dengan via internet untuk memudahkan pembelanja tidak berpergian yang tinggal duduk santai dirumah sambil menunggu pesanan datang. Jika anda membeli barang dengan online maka anda pasti telah mengetahui bahwa sering kali terjadi penipuan bahkan bila sudah bertemu pun bisa terjadi penipuan. Tidak hanya pembeli yang terkena penipuan tetapi kali ini malah penjual yang terkena penipuan oleh pembeli. Seperti apa kasus tersebut ? Langsung kita simak saja!


1. Penipuan Penjualan Tiket Bon Jovi Online



Kedatangan band rock asal Amerika Serikat membuat para pengemarnya dari seluruh tanah air berburu tiket untuk melihat konser yang digelar di Jakarta pada 11 September. Namun euforia kedatangan Jhon Bon Jovi ternyata disalahgunakan oleh oknum untuk melakukan penipuan tiket konser band rock legendaris tersebut.
Dua korban, mewakili lainnya yang merasa menjadi korban penipuan, melapor ke polisi.

Dikonfirmasi poskotanews.com korban bernama Decky Surahman mengaku kehabisan tiket konser itu. Lelaki 35 tahun ini pun mencari lewat internet hingga menemukan situs yang menggunakan nama grup band tersebut. Harga tiket yang dijual antara Rp500 ribu hingga Rp3,5 juta.

Ternyata harga yang ditawarkan sama seperti yang ditawarkan situs tiket resmi lainya. Ia dan 59 korban lain nya pun percaya hinga memutuskan membeli. Apalagi, bpengelola situs memberi respon positif atas berbagai pertanyaan yang mereka ajukan.

“Semula dijanjikan tiket fisik untuk ditukarkan di Gelora Bung Karno pada H-3, namun belakangan datang lagi pemberitahuan melalui email bahwa penukaran tiket fisik hanya bisa dialakukan pada hari H. Itu yang membuat saya curiga,” tutur Decky usai melapor ke polisi.

2. Penipuan Online Lewat COD












Tepatnya pada tanggal 4 September 2014 lalu, berlokasi di RM. Bebek di Kreo Ciledug pada pukul 14.00. seorang penjual yang akan menjual 7 unit ponsel yaitu 5 ponsel Asus Zenfone 5 dan juga 2 unit Asus Zenfone 4 telah ditipu oleh sekelompok penipu yang mengaku sebagai pemilik restoran rumah maka tersebut.

Modus dari penipuan ini adalah pelaku mengaku sebagai pemilik restoran dan mengajak korban yaitu penjual untuk melakukan transaksi pembelian dengan cara COD (Cash On Delivery) atau bisa dibilang bertemu secara langsung. Pelaku mengatakan bahwa dirinya akan memborong ponsel untuk dikreditkan kepada karyawan mereka. Tanpa curiga korban langsung pergi ke rumah maka tersebut untuk bertemu dengan pelaku. Berdasarkan rekaman cctv, jumlah semua pelaku ada empat orang tetapi yang menemui korban hanya dua orang. Pelaku pertama selaku pembeli mengaku sebagai pemilik resto tersebut.

Lalu pelaku kedua yang juga ada di tempat itu mengaku sebagai manajer dari rumah maka tersebut. setelah bertemu maka pelaku dan korban saling bertransaksi. Setelah sepakat pelaku menawarkan pembayarkan dari pembelian ponsel tersebut melalui cash atau transfer dan korban pun meminta untuk melalui cash saja. Setelah itu pelaku yang mengaku pemiliki rumah makan tersebut menyuruh pelaku kedua untuk mengambil uang ke ATM. Setelah pelaku kedua pergi, selang beberapa waktu pelaku pertama meminta ijin untuk menaruh ponsel yang dibeli tersebut ke kantornya dan tanpa curiga korban menyetujuinya.

3. Tertipu Belanja Online! Baju Super-Murah dari Singapura

Tertipu Belanja Online! Baju Super-Murah dari Singapura

Kejadian itu menimpa seorang ibu muda bernama Lindsay Ferrier dari Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Dalam postingan tanggal 21 November di blognya, Ferrier menceritakan pengalamannya saat memesan beberapa baju dari toko online di Singapura.

"Inilah yang terjadi jika Anda memesan pakaian yang terlihat sangat murah dari Singapura," kata Ferrier mengawali kisahnya.

Sebelumnya, Ferrier sangat tertarik dengan desain mantel dan sweater di sebuah toko online dari Singapura yang tidak disebutkan namanya. Tidak hanya itu, yang membuat Ferrier terpesona adalah harganya yang sangat murah sekali.

Menurut Ferrier, sebagian besar busana di situs itu pasti akan membuat para gadis mabuk karena sangat cantik-cantik

"Tapi ketika saya melihat mantel dan sweater, saya langsung jatuh hati. Dan harganya AH-MAZ-ING," katanya. Jika ditotal, lanjut Ferrier, harga kedua incarannya itu tidak sampai US$ 40 (Rp 487 ribu).

4. Penipuan Online Mengatasnamakan Artis Tyas Mirasih

Tyas Mirasih Emosi Namanya Dicatut Untuk Penipuan Jual Beli Online

Tyas Mirasih geram namanya dicatut untuk aksi penipuan akun jual beli online di media sosial.
Artis seksi yang dikaitkan dengan kasus prostitusi itu mengungkapkan kekesalannya lewat akun media sosial Instagram, Selasa (4/8).

"Dicky Hermanto siap2 aja masuk penjara nih nipu2 orang," kicau Tyas di akun Instagramnya.
Wanita seksi kelahiran Jakarta, 8 April 1987 itu menduga, orang bernama Dicky sengaja mengeruk keuntungan pribadi dengan memanfaatkan nama Tyas Mirasih.

Tyas membeberkan, pengguna identitas LINE 'Tyas Mirasih' itu meminta bayaran Rp 200.000 untuk membeli produk dan pembayarannya dikirim ke nomor rekening atas nama Dicky Hermanto.

Di LINE, Dicky mengaku sebagai manajer Tyas. Tapi Tyas membantah pemilik akun LINE itu.
"Hati2 guys ini bukan line aku. Jadi jangan sampai tertipu. Sekali lagi. Semua alamat pengiriman dan transfer langsung atas nama aku pribadi. Jangan sampai mau ditipu kayak gini," tutup Tyas Mirasih.

5. Serangga Bersarang Di Spons Kecantikan Baru Dibeli Online

 

Gadis cantik ini dikejutkan dengan penemuan serangga di spons kecantikannya.

Keberadan 'kumbang' itu diketahui setelah gadis bernama Stevie Miller itu menemukan lubang kecil di alat rias kencantikan yang baru dibeli secara online itu.

Warga Mildenhall, Suffolk, Inggris, yang penasaran itu lalu mencari tahu benda apa yang ada di dalamnya. Dengan menggunakan pinset, dia lalu mmenarik benda itu ke luar. Ha, rupanya ada binatang seperti kumbang. Dia pun terus mencarinya lebih lanjut menggunakan gunting.

Singkatnya, dia menemukan empat serangga di spons warna merah jambu itu. Dia mengaku serangga itu akan dijadikan bukti untuk komplain kepada produsen alat kecantik tersebut.

Gadis berusia 20 tahun itu sangat cemas dirinya bakal kena penyakit kulit akibat menggunakan spons kecantikan berserangga itu.

6. Menteri Roy Suryo Ditipu Saat Beli Sepeda

Cerita-cerita apes orang belanja online, barang tak sesuai pesanan

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo sedang apes. Dia tertipu penjual bodong di situs OLX.co.id. Saat itu Roy hendak membeli sebuah sepeda fixie seharga satu juta rupiah. Namun setelah membayar, sepeda idaman sang menteri tak kunjung datang. Roy baru sadar sudah tertipu.

Polres Indramayu bergerak cepat. Dalam waktu singkat pelaku yang bernama Absori alias Glembo bin Abdul Khanan di ditangkap di rumahnya di Desa Sumur Adem Timur, Blok Janaka, Kecamatan Sukra, Indramayu.

Roy pun gembira mendengar kabar ini. Dia langsung berkicau di twitternya. Menurut Roy pelaku bisa ditangkap karena polisi menggunakan sistem IT.

7. Pesanan Iphone6+ Berubah Menjadi Sabun Batangan

Cerita-cerita apes orang belanja online, barang tak sesuai pesanan

Keinginan Danis, pemilik akun Twitter @danisdarusman untuk mempunyai iPhone 6+ kandas saat produk Apple yang dipesannya di situs belanja Lazada berubah menjadi sabun batangan. Kekecewaan tersebut kemudian dituliskannya di Twitter.

"Beli iphone 6+ nyampenya sabun nuvo! Hanya di @LazadaID BURUAN GUYS!!! Buruan bangkrut maksudnya lo," tulis Danis, Senin (29/6).

Dalam cuitannya, Danis juga mengunggah foto sabun batangan yang diterimanya. Tidak cuma foto, ia juga mengunggah video ketika akan membuka paket yang diterima di akun Path pribadinya.

Mendapat keluhan tersebut, Tania Amalia yang mengaku sebagai perwakilan Lazada melalui akun Twitter @amaliatanya, mengontak Danis di Twitter. Dia kemudian meminta kontak Danis untuk bisa dihubungi.

8. Niat beli kamera seharga Rp 1,5 juta, rugi belasan juta

Cerita-cerita apes orang belanja online, barang tak sesuai pesanan

Nasib buruk menimpa M Fauzan Haris (21), mahasiswa asal Brebes yang kos di Kawasan Timoho, Kawasan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebab dia menjadi korban penipuan usai belanja sebuah kamera dan ternyata usai mentransfer kepada pengiklan kamera di situs belanja online KasKus, kamera yang diharapkan tak kunjung tiba.

Akibat kasus penipuan yang menimpa dirinya, Fauzan mengalami kerugian sebesar Rp 16 juta. Padahal, harga kamera jauh lebih murah dari tarif yang diiklankan oleh pelaku di situs KasKus hanya seharga Rp 1,5 juta saja.

Dari informasi yang dihimpun merdeka.com di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolrestabes Semarang Jumat (16/1), mengungkapkan peristiwa berawal saat korban Fauzan tertarik kamera Canon E0S 7D lewat online iklan di KasKus.

Korban yang awalnya mentransfer uang sebesar Rp 1,5 juta, sadar kalau cuma digerogoti oleh penipu yang berlagak menawarkan barang lewat online situs KasKus. Dengan dilaporkannya kasus ini kepada pihak berwajib, Fauzan berharap agar keberadaan pelaku segera terlacak dan langsung dibekuk.

refrensi:
http://poskotanews.com/2015/09/03/beli-tiket-online-fans-bon-jovi-merasa-tertipu/
http://gizmo.id/6636/lagi-lagi-penipuan-online-berkedok-cod/
http://www.dream.co.id/news/tertipu-belanja-online-baju-sangat-murah-dari-singapura-1411267.html
http://www.tabloidbintang.com/articles/berita/polah/25035-tyas-mirasih-emosi-namanya-dicatut-untuk-penipuan-jual-beli-online
http://lampung.tribunnews.com/2015/08/31/mengerikan-serangga-bersarang-di-spons-kecantikan-baru-dibeli-online
http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-cerita-apes-orang-belanja-online-barang-tak-sesuai-pesanan/pesan-iphone-6-dikirim-sabun-batangan.html


No comments

Post a Comment

Home